Senin, 15 Juni 2020

Cara Menggapai Jannah


CARA MENGGAPAI JANNAH
A. Ayat Al-Quran dan Terjemahnya
1. QS. Al-Baqarah, (2: 214) dan Terjemahnya:
(أَمۡ حَسِبۡتُمۡ أَن تَدۡخُلُوا۟ ٱلۡجَنَّةَ وَلَمَّا یَأۡتِكُم مَّثَلُ ٱلَّذِینَ خَلَوۡا۟ مِن قَبۡلِكُمۖ مَّسَّتۡهُمُ ٱلۡبَأۡسَاۤءُ وَٱلضَّرَّاۤءُ وَزُلۡزِلُوا۟ حَتَّىٰ یَقُولَ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ مَتَىٰ نَصۡرُ ٱللَّهِۗ أَلَاۤ إِنَّ نَصۡرَ ٱللَّهِ قَرِیبࣱ)
“Apakah  kamu mengira bahwa  kamu akan masuk jannah, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti halnya  orang-orang terdahulu sebelum  kamu?  Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah  Rasul dan  orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Kapankah (datang) pertolongan Alloh?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Alloh itu amat dekat.”
2. QS. Ali ‘Imran, (3: 142-144) dan Terjemahnya:
أَمۡ حَسِبۡتُمۡ أَن تَدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ وَلَمَّا يَعۡلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ مِنكُمۡ وَيَعۡلَمَ ٱلصَّٰبِرِين
 وَلَقَدۡ كُنتُمۡ تَمَنَّوۡنَ ٱلۡمَوۡتَ مِن قَبۡلِ أَن تَلۡقَوۡهُ فَقَدۡ رَأَیۡتُمُوهُ وَأَنتُمۡ تَنظُرُونَ
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولࣱ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِ ٱلرُّسُلُۚ أَفَإِی۟ن مَّاتَ أَوۡ قُتِلَ ٱنقَلَبۡتُمۡ عَلَىٰۤ أَعۡقَـٰبِكُمۡۚ وَمَن یَنقَلِبۡ عَلَىٰ عَقِبَیۡهِ فَلَن یَضُرَّ ٱللَّهَ شَیۡـࣰٔاۗ وَسَیَجۡزِی ٱللَّهُ ٱلشَّـٰكِرِینَ
“142. Apakah  kamu mengira bahwa  kamu akan masuk surga, dan belum membuktikan kepada Alloh,  orang-orang yang berjihad diantaramu dan Alloh mengetahui  orang-orang yang sabar. 
143. Sesungguhnya  kamu mengharapkan mati (membela agama Alloh) sebelum  kamu menemui (kematian itu); (sekarang) sungguh  kamu telah melihat (kematian itu) dan  kamu menyaksikan (kematian dalam membela agama Alloh itu). 
144. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang  rasul, sungguh telah berlalu sebelum  Muhammad beberapa orang  rasul.  Apakah jika  dia wafat atau dibunuh maka  kamu berbalik ke belakang (murtad atau berbalik ingkar)? Barang  siapa yang berbalik ke belakang, maka tidak merugikan Alloh sedikitpun, dan Alloh akan memberi balasan kepada  orang-orang yang bersyukur.”
3. QS. Al-Ahzab, (33: 21) dan Terjemahnya:
(لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِی رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةࣱ لِّمَن كَانَ یَرۡجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلۡیَوۡمَ ٱلۡـَٔاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِیرࣰا)
" Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang 
mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak mengingat Alloh.”
4. QS. At-Taubah, (9: 100) dan Terjemahnya:
(وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَـٰجِرِینَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِینَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَـٰنࣲ رَّضِیَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوا۟ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّـٰتࣲ تَجۡرِی تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِینَ فِیهَاۤ أَبَدࣰاۚ ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِیمُ)
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari orang-orang Muhajirin dan orang-orang
Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Alloh rida kepada mereka dan merekapun rida 
kepada Alloh dan Alloh menyediakan bagi mereka Jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai selama-lamanya dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Yang demikian itulah kemenangan yang besar.”
5. QS. At-Taubah, (9: 111) dan Terjemahnya:
(۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَ ٰ⁠لَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَۚ یُقَـٰتِلُونَ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ فَیَقۡتُلُونَ وَیُقۡتَلُونَۖ وَعۡدًا عَلَیۡهِ حَقࣰّا فِی ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَٱلۡإِنجِیلِ وَٱلۡقُرۡءَانِۚ وَمَنۡ أَوۡفَىٰ بِعَهۡدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِۚ فَٱسۡتَبۡشِرُوا۟ بِبَیۡعِكُمُ ٱلَّذِی بَایَعۡتُم بِهِۦۚ وَذَ ٰ⁠لِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِیمُ)
"Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang mukmin diri-diri mereka dan harta mereka dengan 
memberikan Jannah untuk mereka. Mereka berperang di jalan Alloh; lalu mereka membunuh atau mereka 
dibunuh. (sebagai) janji untuk mereka yang benar dari Alloh di dalam Taurat, Injil dan Al Qurān. Dan siapakah 
yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Alloh? Maka bergembiralah kamu dengan jual beli yang telah kamu 
lakukan itu dengan-Nya, dan itulah keuntungan yang besar.”

B. Pembahasan
Dari QS. Albaqarah ayat 214 dan QS. Ali ‘Imran ayat 142-144, QS. Al-Ahzab ayat 21, QS. At-Taubah ayat 100, dan QS. At-Taubah ayat 111, dapat disimpulkan bahwa:
1. Kita tidak akan dapat masuk ke Jannah kecuali harus berjuang seperti Rasulullah Saw. dan 
para shahabat dengan berdakwah dan berperang di jalan Allah. Sehinnga, akibat berdakwah 
dan berperang di jalan Allah Rasulullah dan para shahabat tersebut mengalami malapetaka, 
kesengsaraan, dan keguncangan jiwa (QS. Al-Baqarah, 2: 214).
2. Berjuang di jalan Allah tersebut disebut jihad. Jihad tersebut harus diteruskan oleh umat Islam 
dalam menegakkan Diinul Islam walaupun Rasulullah telah wafat, yaitu diteruskan dengan 
dipimpin oleh Khilafah Rasul. (QS. Ali Imran, 3: 142-144).
3. Bila tidak meneruskan jihad dengan dipimpin oleh Khilafah Rasul disebut berbalik ke belakang.
(QS. Ali Imran, 3: 142-144).
4. Sebaliknya, bila kita i’tiba (mengikuti) jihadnya As-Sabiqunal Awwalun (Muhajirin dan Anshar),
maka kita akan disamakan atau digolongkan oleh Allah SWT. dengan As-Sabiqunal Awwalun 
dengan mendapat Ridha Allah SWT. Karena As-Sabiqunal Awwalun dan orang yang I’tiba
kepada mereka itu ridha kepada Allah SWT. dengan berjihad di jalan-Nya. Maka Allah SWT.
pun akan memasukkan mereka ke Jannah yang kekal di dalamnya. (QS. At-Taubah, 9: 100).
5. Dengan demikian, selain wajib meneladani Rasulullah Saw. (QS. Al-Ahzab, 33: 21) maka kita
juga harus ‘itiba kepada As-Sabiqunal Awwalun (para shahabat Rasulullah Saw.). (QS. At�Taubah, 9: 100).
6. Supaya kita mengetahui jihadnya As-Sabiqunal Awwalun tersebut, wajib bagi kita mengetahui 
atau mempelajari Shirah (sejarah perjuangan) Nabi dan para Shahabatnya.
7. Ketentuan Allah SWT. tersebut dalam QS At-Taubah, (9: 111) diistilahkan oleh Allah SWT. dengan
“bai’ah”/”bai’ikum” (jual-beli). Allah membeli jiwa dan harta orang-orang yang beriman dengan 
Jannah. Dengan demikian, bila kita ingin mendapat keridhaan Allah yang berupa Jannah maka 
harus dibeli oleh kita dengan cara berperang di jalan Allah SWT. atau berdakwah dengan 
mengorbankan jiwa dan harta yang dititipkan Allah SWT kepada kita. (QS At-Taubah, 9: 111)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar